Kamis, 23 Januari 2014

Kemampuan Diri

Hari ini ingin sedikit bercerita tentang sebuah kemampuan diri. Ya bisa dibilang dengan bakat terpendam,, heehh,, asal jangan dendam terpendam aja ya,, :P. Yup kembali ke topik. Kemampuan diri, setiap orang mempunya kemampuan diri masing- masing, dari yang mungkin bisa dibilang remeh sampai sudah di akui oleh orang lain bahkan publik atau lain sebagainya.

Apa dan bagaimana kemampuan diri itu tumbuh? Digali ya,,, bisa juga,, asal jangan gali tanah, #eh,, :D. Ketika kita menyukai sesuatu hal, bisa jadi hal itu adalah potensi kemampuan diri. Hal itu perlu diasah dan dicoba. Untuk mencoba dan mengasah perlu yang namanya :
  1. Dorongan dalam diri sendiri (Percaya Diri)
  2. Dorongan dari Orang lain
  3. Coba
  4. Laksanakan
  5. Jangan Takut Salah
  6. Jangan Takut dinilai jelek
  7. Jangan bandingin karyamu dengan karya orang lain
 # 1. Dorongan dalam diri sendiri
Hal ini adalah sesuatu yang harus tumbuh dalam diri setiap insan, dimana ketika kekuatan dorongan dari dalam diri sendiri sudah kuat,yang lain hanya sebagai pelengkap

#2. Dorongan dari Orang Lain
Nah ini dia, bisa menjadi inspirasi besar, terlebih orang tua kita dan orang-orang yang peduli dengan kita (siapapun itu).

KITA




SIGi (Sahabat Indonesia Berbagi) mungkin belum banyak yang mengetahui tentang komunitas ini, hanya beberapa orang satu atau beberapa kelompok. SIGi merupakan sebuah komunitas tanpa sebuah keterikatan dengan pihak tertentu, independen. lebih lejasnya tentang paparan nya bisa di baca disini.

Bercerita tentan BCBS, Berbagi Ceria Bersama SIGi, ide ini muncul saat pertemuan di Bogor, saya lupa tanggalnya, dan kemudian digodok oleh beberapa orang, ide mentahan muncul dibahas dan dibahas. Suatu ketika,,, *muka serius,,, :D, pulang kerja ingin ke masjid BI ada kajian ba'da magrib, saat sms kesalah satu teman, temanpun membalas, ikutan kajian saya dulu yuk,,, eh becanda, ini mau bahas tentang program SIGi,. Dengan tawaran tersebut, ya sudahlah ngikut siapa tahu bisa membantu. dari perbinacnagn tersebut terbentuklah beberapa ide, ini saat itu adalah dibawah koordinasi sub dari salah satu divisi di SIGi yang bernama PSDM. Saya memanglah tidak berbakat dengan yang namanya mengajar atau sejenis ini, karena typical orang yang susah menjelaskan sesuatu jadi saya pikir dari pada nanti orang yang saya ajari tidak mengerti, ya sudahlah,,, *alasannya si tidak bakat.


Tahap awal yang kita bentuk adalah membuat draf awal bagaimana BCBS itu ini dilakukan setelah 

BCBS
Merupakan tim khusus dari RK yang di bawah koordinasi dari PSDM. BCBS (Berbagi Ceria Bersama SIGi), ini merupakan penggerak dari visi SIGi yaitu “Menjadi Kounitas berjejaring yang mampu menginspirasi dimulai dari pendidikan karakter”.Tim BCBS sendiri terdiri dari 2 tim utama  dan 1 tim pendukung yaitu :
1.      Tim Survei :
Mempunyai tugas untuk mensurvei tempat sasaran dari pelaksanaan BCBS
2.      Tim SCE
Mempunyai tugas penyusunan Silabus, Controling (melaksanakan silabus, mengatur jadwal pembekalan volunteer, mengatur pelaksanaan) dan  Evaluasi (mengevaluasi hasil dari pelaksanaan kegiatan)
3.      Volunteer
Melaksanakan program silabus
Kriteria :
-          Punya Komitment :
Mau meluangkan waktu
Mau belajar, bertumbuh dan berkembang bersama

SIGi                PSDM                         Receh Kahuripan        BCBS
1.      Tim SCE (Silabus/Controling/Evaluasi):
2.      Tim Survey
3.      Volounter
      Melihat gambaran umumnya yang di antaranya ini memang membutuhkan orang yang sudah mempunyai pengalaman lebih dalam bidang pendidikan, terutama pendidikan karakter anak. Satu kata "Wow" ini apalagi saya tidak faham ama yang beginian. Kebetulan teman sekantor saya yang bernama mbak "Ika" (Ibu muda yang selalu narsis *lho... maaf mbak melebaskan rahasiamu yang satu ini :D ) , dia mempunyai pengalaman tentang mengajar, dan mengajar anak yang usia dini, di tempat kerjanya yang dulu diterapkannya pendidikan karakter. Bulan apa ya,,, sekitar juni atau juli, saya mempertemukan mbak Ika dengan teman dari SIGi yaitu Bagus dan Mas Eros. Bagus adalah koordinator PSDM, dan Mas Eros adalah Ketua SIGi Jabodetabek saat itu. Dari pertemuan ini, kami membahas dan membuat sebuah modul BCBS

d     Dengan berbagai pertimbangan dan masukan, kurang lebih targetnya adalah september, tapi ternyata meleset,  19 Oktober tepatnya BCBS dimulai.
Tak lepas dengan berbagai miss komunikasi dengan beberapa sahabat SIGi, dengan berbagai keluhan teguran,  progress dan banyak hal yang tak luput dengan terbentuknya BCBS ini, mulai dari manajemen yang orangnya keluar satu persatu, dengan berbagai alasan, volunteers yang tiba-tiba tidak datang, ada yang ijin dan adapula yang datang hanya satu kali. Dengan niat yang ikhlas karena Allah "Ingin Berbagi", apapun kendalanya harus tetap berjalan, karena hal ini sudah saya pilih, dan mendapat kepercayaan untuk mengelolanya.  Bismillah,,,,,,

Opening pun dimulai, dengan persiapan yang sangat minim, dan koordinasi ada yang terputus, dan bisa dibilang sedikit dadakan karena yang ditunjuk pelaksana awal tidak bisa menjalankan agenda karena ada hal lain. Opening tujuan awal adalah "mental block" dan pendekatan adik-adik asuh yang nantinya akan ditangani 2 kakak pendamping 5-7 orang, ini adalah idealnya, 1 sebagai kakak pendamping utama dan satu lagi tim support, tim support ini yang akan membantu kakak pendamping. Kembali ke Opening BCBS  disini ada beberapa kegiatan diantaranya yaitu 1) perkenalan dengan kakak pendamping 2)game.


Kamis, 09 Januari 2014

Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda
Pemuda adalah golongan manusia manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjutkan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung, pemuda di Indonesia dewasa ini sangat beraneka ragam, terutama bila dikaitkan dengan kesempatan pendidikan. Keragaman tersebut pada dasarnya tidak mengakibatkan perbedaan dalam pembinaan dan pengembangan generasi muda.

Sosialisasi
Sosialisasi merupakan proses kehidupan yang didalamnya terdapat interaksi anatara individu dengan lingkungannya.
Pemuda dan sosialisasi
Miris sekali dengan pemuda zaman sekarang yang melakukan tawuranIni bukan hanya berita di televisi, bulan yang lalu kemarin melihat secara langsung. Dan bahkan terjebak dalam situasi tawuran, ada dua hal yang terfikirkan yang pertama sebagai manusia mempunyai rasa takut jika terkena sasaran atau salah sasaran, yang kedua adalah mengibaratkan kita yang mengikuti tawuran tersebut. Betapa kecewanya keluarga, terutama orang tua, tak ada untungnya , hanya akan menyakiti diri sendiri dan membuat orang lain menjadi resah. Kenakalan dimasa remaja hanya akan membuat kecewa dimasa yang akan datang

Tak ada larangan untuk bergaul dengan siapapun, tetapi haruslah mempunyai perisai diri, jangan sampai terwarnai. Tapi buatlah kita yang mewarnai mereka. Jika tak bisa maka diamlah, dan tunjukkan dengan sikap. Mempelajari, mengenali, memperhatikan lingkungan dan masyarakat dan lingkungan merupakan salah satu cara untuk belajar mengenali karakter orang lain, mengenali sikap orang lain, dan belajarlah menghargai orang lain, sekecil apapun itu.

Bangga itu ketika melihat pemuda-pemuda saat ini yang melakukan aksi-ksi sosial. Salah satunya dengan berbagi, menebarkan virus berbagi unuk peduli dengan sesama. Dengan mengikuti komunitas sosial, maka pemuda akan mempunyai kesibukan hal yang positif, dan didalam komunitas sosial itu bisa dijadikan sebagi pengontrol dari kenakalan remaja saat ini. Banyaknya kegiatan yang positif akan menyibukkan para pemuda meninggalkan hal negatif. Salah satu yang saya ikuti adalah komuitas sahabat indonesia berbagi, atau biasa disebut dengan SIGi.

Ketika kita menjadi pemuda
Apa yang anda rasakan?
Hal apakah yang sudah dilakukan untuk bangsa ini?
Padahal pemudalah yang nantinya akan menjadi penerus bangsa
Apakah dengan berdiam diri?
Atau memilih melakukan hal-hal yang negatif?
Dua hal yang sangat merugi
Bagaimana dengan anak cucu kita nanti jika kita melakukan dua hal tersebut?
Berdiam, seolah mendiamkan keadaan
Berlaku negatif yang akan menjerumuskan kita dalam keadaan yang lebih tidak baik lagi

Amati dan bergeraklah
Tak perlu melakukan hal yang besar diawal
Memulai perubahan dari diri sendiri
Mengontrol diri
Mengajak orang lain untuk berbuat kebaikan
Jika kita hanya mengandalkan pemerintah untuk mengubah karakter “pemuda” sampai kapan?
Pemerintah butuh masyarakat yang solid untuk membuat para “pemudanya” bergerak menuju kebaikan

Pemuda adalah sosok dimana pencarian jati diri dimulai
Apa dan bagaimana seharusnya
Siapa saya
Dan apa yang harus saya lakukan
Peran lingkungan, masyarakat, dan terutama adalah pengontrol diri sendiri

Orang tua hanya bersifat sebagai pengontrol,
Bukan sebagai penentu ketika sosialisasi dan interaksi terjadi dalam lingkungan
Keluarga merupakan fondasi pengontrol
Ketika pemuda dibelaki ilmu, iman dan takwa kepada Tuhan (Allah)
Dan memegan teguh ketiga hal itu maka akan menjadi pemuda yang berhasil dalam artian berhasil bersosialisasi dan berinteraksi