Receh Kahuripan ?
Mengumpulkan receh adalah hobi kita (SIGiers seluruh
Indonesia)
Buat apa? modal kita untuk berbagi.
Receh jangan diartikan sempit “uang logam” ya.. receh disini
adalah segala bentuk uang yang buat orang tersebut “receh”.
Nah… periode agustus ini RK yang terkumpul RP. 685.300,-,
kali ini kita mengadakannya di sanggar Titian Ilmu, Pedongkelan, Cempaka
Putih.
Gelas Kosong ?
Gelas kosong kali ini adalah dimana kita memposisikan diri
sebagai “gelas yang kosong” yang siap menerima ilmu baru, inspirasi-inspirasi
baru, hal-hal baru yang positif. Kali
ini gelas kosong kita membahas tentang agenda SIGi kedepannya diantaranya :
1.
SIGi Bogor akan berencana mengadakan “event”,
apakah itu,,? Kita tunggu saja nanti ya hasil lebih lanjutnya.
2.
PO kaos SIGi #JustLimitedEdition . Siap-siap
order ya…
3.
BCBS (Berbagi Ceria Bersama SIGi) , nah,,, ini
ni yang ditunggu-tunggu kapan “Hadir Kembali”.
PRnya besar. InsyaAllah dalam tahun ini juga akan hadir kembali.
Siap-siap jadi relawan ya,,,
4.
Semut Abang (Sepatu Menawan Untuk Anak Bangsa) ,
salah satu program dari sesepuh kita yang nantinya akan berkolaborasi dengan
event SIGi Bogor.
Semoga rencana-rencana diatas dimudahkan oleh Allah SWT.
Amin
Dalam gelas kosong ini ada sebuah satu bahasan yang menarik
disini. Tentang sebuah “komitmen”. Mendengar kata ini seolah semua orang takut,
takut dengan ke-tidak sempurna didalamnya. Kenapa harus takut dengan komitment?
Karena saya tidak mempunyai waktu yang lebih untuk berbagi. Bahasan ini
terlontar saat membahas tentang komitmen pada BCBS. Salah satu dari sahabat
kita mengungkapkan, disni jangan mengartikan sempit kata “komitmen” , banyak
hal dalam BCBS, mulai dari pengkonsep, pelaksana, pengatur dsb. Masih banyak
yang bisa kita lakukan, bukan hanya datang saat kegiatan berlangsung. Karena
kita mempunyai cara dan waktu yang berbeda untuk berbagi. Jangan pernah takut
dengan sebuah komitmen, manusia bukan atas
kesempurnaan, tetapi atas dasar berani “menjadi lebih baik”. ^^
Bikin Pin?
Disela-sela sebelum gelas kosong, sebagian dari anak-anak
sudah pada datang, sampai kita binggung, bagaimana caranya, biar anak-anak
pulang dulu, baru setelah dzuhur datang kembali. Bermain meja, bermain-main,
ada yang gelayotan sana sini. Nah semakin binggung akhirnya, kami bilang, nanti
habis dzhuhur kesini lagi ya. Habis sholat dzuhur. Nah apa yang dilakukan
anak-anak itu? Anak-anak masuk ke mushola bagian belakang, tepatnya disitu juga
tersimpan karung beras, beberapa bantal,
kasur lipet dari komunitas JTT yang nantinya akan disumbangkan ke Sanggar
tersebut.
Ngapain anak-anak disitu? Mereka sholat, tepat diatas karung
beras. Jam masih menunjukan jam 11.14, masih belum dzuhur. Dari kejauhan kita
bilang, “belum adzan ko sudah sholat?” , anak – anak tak menghiraukan, malah
salah satu diantaranya melakukan “adzan” ^^, insiatif yang sangat tinggi.
Alangkah lucunya mereka .
Habis dzuhur, “ jam 12.30 sudah pada siap, sedangkan
kakak-kakaknya masih mau sholat dulu. Nah akhirnya sholat bergantian, dan ada
dua orang kakak yang siap menghibur adek-adek sebelum membuat pin. #padaha
lnodongkarenabelumsiap :D.
Saat penataan anak-anak berlangsung, anaknya berjumlah
kurang lebih 58 anak. Tempatnya tidak terlalu luas, akibatnya meja kami yang
berjumlah 24 biji, tidak mencukupi ruangan itu. Bahkan diantara teriknya
matahari yang menyengat, keringat bercucuran,, #sedikitlebay tapi memang iya,
lumayan panas, tapi,,, semangat mereka luar biasa.
Alhamdulillah proses pembagian meja dan spidol berjalan
lancar.
Next bagi-bagi kertas bahan untuk mengambar. Alahmdulillah
lancar, da nada beberapa yang mengulang mengambar karena gambarnya salah, kita
hanya menyediakan satu kertas untuk satu orang.
Setelah anak-anak selesai mengambar, gambar dikumpulkan ke
kakak-kakak yang ada disekitar mereka. Dan saatnya mengantri untuk dicetak
kedalam mesin, nah,, bukan mesin si,,, alat press tepatnya kali ya,,, :D.
Karena sangking banyaknya, akhirnya pekerjaan mengepress, dikerjakan dibelakang
layar.Beneran di belakang layar lho, dibelakang layarnya nobar
Titian Ilmu ?
Ini adalah sanggar yang kita datangin saat ini, dikelola
satu keluarga, seorang ibu, dan 3 orang anaknya, dan sang suami . Ibu nur
namanya, anak-anak biasa memanggilnya “mimi” dan sang suami biasa dipanggil
“ayah”, begitulah saan akrab mereka. Subhanallah, pertama kali mengenal mereka
itu, Sangat-sangat iri, dengan keterbatasan, mereka selalu berbagi. Dan
kegiatan B.Nur ini disupport tinggi oleh sang suami (so sweet ^^) yang merasa
laki-laki nanti harus kaya gitu ya, ke istrinya.. #pesanyangdalem, eits,, tentu
ga semuanya, tetapi semua hal yang positif, terutama berbagi #Noted. Beliau mempunyai anak didik kurang lebih
hampir 200 orang, ada beberapa yang tinggal sebagian besar tinggal bersama
orang tuanya. MAh siapa anak-anak itu? Mereka adalah anak- anak yang dahulunya
orang tuanya berada dijalanan, pengemis,pengelap mobil. Tetapi B.Nur bisa
menarik mereka para orang tua dan anak-anak tersebut tidak berada dijalanan
lagi. Alhamdulillah kak, pada buruh cuci sekarang, ada yang jualan., dan
anak-anaknya sudah pada sekolah. Kalau bukan kita, siapa lagi ka yang membantu?
Pemerintah tidak bisa menanggulangi semuanya, jadi kita harus membantu
pemerintah untuk menanggulanginya . Sangat-sangat mulia sekali. Semoga Allah
selalu memberi kemudahan dan menciptakan orang-orang yang seperti itu diperbanyak
^^.

Nobar ?
Kali ini nobar yang mengadakan adalah andi dkk, bekerjasama
dengan “Beling” (Bioskop Keliling) milik salah satu sesepuh SIGi . Dua orang
ini juga semangat berbaginya luar biasa, sudah diakui dalam duania ke-berbagian
dan ke-relawanan. Dan kebetulan dijadikan satu dengan acara kami. “eits tidak
ada yang kebetulan ya, sudah ada scenario dariNya” .
Nobarnya tentang “Mestakung (Semesta Mendukung) “. Bercerita
tentang seorang anak dari pulau garam (Madura), yang ingin mencari ibunya di
negeri “singa”, kecintaanya terhadap “sains” dan persahabatan. Tiga hal
tersebut yang mendorong semangatnya untuk terus bangkit, karena semesta akan
mendukung. Alam akan merespon apa yang kita inginkan. Seperti janji Allah,berbaik
prasangkalah padaNya, maka Dia akan berhekendak sesuai prasangka hambaNya.
Kurang lebih ceritanya seperti ini.
Disela-sela nobar ini, ada seorang anak yang bertanya “kak
SIGi itu apa? “ nah… Sahabat Indonesia Berbagi. Ya ampun,,, sangking semangatnya
untuk berbagi sampai lupa memperkenalkan diri. Tak apa yang penting mereka
happy ^^.
Dibalik Keceriaan Mereka
*efeksalahaturmoduskamera
Gambar boleh “blur” tetapi orang-orang ini nyata ada, ada
untuk mereka, ada untuk berbagi . Untuk Anak Indonesia .