Jumat, 11 Oktober 2013

Bad Design



Tugas Interaksi Manusia dan Komputer
Bad Design
#Bagasi  Pada Motor Beat 2012
Menurut saya sebagai pengguna, bagasi pada motor beat yang saya miliki terlalu kecil kapasitas dan  ukurannya. Sehingga tidak bisa menyimpan barang di dalam bagasi. Untuk menyimpan jas hujan saja tidak muat.
Sebaiknya design dibuat lebih besar kapasitasnya. Untuk kenyamanan pengguna,agar bisa menyimpan barang lebih banyak.

Portofolio - Interaksi Manusia dan Komputer

Tugas Interaksi Manusiadan Komputer




Portofolio

Nama                                                  : Fatmawati Fitri Mulyadi
Tempat / Tanggal Lahir                   : Lumajang, 12 juli 1989
Alamat Email                                     : fatmawati.v3@gmail.com
Jenis Kelamin                                    : Perempuan
Pendidikan Terakhir                        : D3 Teknik Informatika, Politeknik Informatika

Pengalaman                                 
PKL                                                    :  R n D Center Telkom Bandung
Tugas Akhir                                          : Pembuatan Aplikasi Sistem Member Remittance menggunakan      Vb.Net 2005,dengan databas: SQL Server 2005 (2010)
Tugas Besar II                                      : Sistem Informasi KTP padakelurahan Sarijadi, Bandung. (2009), sebagai analyst. Menggunakan Vb.Net 2005, SQL Server 2005, UML
Tugas Besar I                                        : Aplikasi MP3 FIF, sebagai analyst. Menggunakan Vb 6, Power Designer (2008)
Sertifikasi                                             : Vb. Net (2010), SAP (2010)

Aktifitas                                              
Pekerjaan                                              : Kandidat Pranata Komputer, Pusat Penelitian Politik – LIPI. 2011-saat ini
Kerelawanan                                         : Sahabat Indonesia Berbagi (SIGi),bergerak dalam bidang pendidikan karakter anak. 2011-saat ini
                                                                PERS (Persatuan Relawan Sosial).2013-saat ini
Ketertarikan                                          : UML,Power Designer,Design (Adobe Photoshop), Flow Chart, Flow Map





















Rabu, 04 September 2013

Mimpi itu terwujud disaat yang tepat

Sanggar Titian Ilmu, begitulah namanya. Aku mengenal sanggar ini saat ada berita kebakaran yang menimpa daerah tersebut, di pedongkelan, Cempaka Putih. Saat awal berniat meninjau lokasi kejadian, karena mempunyai keinginan untuk membantu, apalagi korbannya anak anak. Sanggar tersebut dimiliki oleh seorang ibu paruh baya yang bernama “Nur”, itu namanya dan panggilan akbrab beliau adalah “mimi” itu panggilan anak anak kepada beliau. 

Umur 50 tahunnya itu yang tak mematahkan semangat yang dia miliki untuk berbagi, walapun dia juga bukan dari kalangan yang mampu, tapi semangat beliau luar biasa. Berawal dari sekitar tahun 2000. Beliau mendirikan sanggar tersebut, awalnya bernama “sekar” dan kemudian berganti nama menjadi “titian ilmu”. Kami dari SIGi biasanya mengadakan trauma healing untuk anak anak korban banjir ataupun kebakaran, tapi saat ini dana tidak mencukupi. Dan keterbatasan waktu juga akhirnya belum bisa membantu mereka. 

Sampai akhirnya di kantor ada perkumpulan orang orang yang mempunyai kepedulian yang lebih, membuat beasiswa untuk anak anak yatim terutama, dan anak anak kurang mampu. Saya mencoba mengajukan 6 orang , dan Alhamdulillah lolos 3 orang. Beberapa kali saya kesana, dan bermain bersama engan anak anak yang ada disana, saya melihat banyak nya kekerasan yang ada, bisa terjadi karena pengasuhan yang kurang baik juga, karena itulah saya merasa, saya ingin menjadi bagian dari mereka. Saya yang tak pernah ada kekerasan dalam pengasuhan, ataupun kata kata kasar terlontar, melihat mereka dengan mudah memukul, atau berkata yang kurang baik untuk ukuran anak dibawah 10 tahun.


Perjuangan mimi, bukan hanya untuk anak anak saja, tapi beliau juga membuat sang ibu ibunya, yang semula menjadi pengemis atau tukang lap dijalanan, mereka bisa menjadi buruh cuci, di komplek TNI AU, yang penghasilan perbulannya Rp. 600.000,- . Dengan anak lebih dari satu, sekolah mereka rata rata adalah sekolah swasta, dan tiap semester membayar Rp. 150.000,-. Alhamdulillah dengan dorongan yang kuat, cacian olok anpun tak menghentikan semangat beliau, mimi yang selalu dikagumi oleh anak anak.    Subhanallah,perjuagan inilah yang sungguh nyata, beliau bilang “ saya ingin membantu pemerintah ka, biarin walapun mereka jadi buruh nyuci, yang penting tidak dijalanan lagi, dan anak anakanya bisa sekolah. 

Artikel ini saya buat tanggal 15 April silam, dan belum juga ter-upload. Hari ini 4 Sepetmber 2013 ngupek-ngupek isi folder nemu dan. tulisan yang saya Bold diatas sekarang telah menjadi nyata. Ada disaat yang tepat, kami dari SIGi bisa berkunjung bersama-sama dengan Sahabat SIGi yang lain untuk berbagi di Sanggar Titian Ilmu. Thanks to Allah yang telah memberikan kemudahan didalamnya, dana yang kami gunakan adalah sisa donasi acara Kerabat SIGi bulan Ramadhan 2013 senilai Rp. 1.942.190. Kami membelikan 24 meja, 24 spidol serta uang tunai. Kami juga memberikan keterampilan berupa pembuatan "pin" oleh anak-anak. Mereka mengambar pada lembar kertas yang kami sediakan dan kemudian dicetak dalam mesin penge- press . 



Selasa, 03 September 2013

Karena Senyum Mereka adalah Bayaran KITA - Sahabat Indonesia Berbagi -


Receh Kahuripan ?
Mengumpulkan receh adalah hobi kita (SIGiers seluruh Indonesia)
Buat apa? modal kita untuk berbagi. 
Receh jangan diartikan sempit “uang logam” ya.. receh disini adalah segala bentuk uang yang buat orang tersebut “receh”.
Nah… periode agustus ini RK yang terkumpul RP. 685.300,-, kali ini kita mengadakannya di sanggar Titian Ilmu, Pedongkelan, Cempaka Putih. 



Gelas Kosong ?
Gelas kosong kali ini adalah dimana kita memposisikan diri sebagai “gelas yang kosong” yang siap menerima ilmu baru, inspirasi-inspirasi baru, hal-hal baru yang positif.  Kali ini gelas kosong kita membahas tentang agenda SIGi kedepannya diantaranya :
1.       SIGi Bogor akan berencana mengadakan “event”, apakah itu,,? Kita tunggu saja nanti ya hasil lebih lanjutnya.
2.       PO kaos SIGi #JustLimitedEdition . Siap-siap order ya…
3.       BCBS (Berbagi Ceria Bersama SIGi) , nah,,, ini ni yang ditunggu-tunggu kapan “Hadir  Kembali”. PRnya besar. InsyaAllah dalam tahun ini juga akan hadir kembali.
Siap-siap jadi relawan ya,,,
4.       Semut Abang (Sepatu Menawan Untuk Anak Bangsa) , salah satu program dari sesepuh kita yang nantinya akan berkolaborasi dengan event SIGi Bogor.
Semoga rencana-rencana diatas dimudahkan oleh Allah SWT. Amin
Dalam gelas kosong ini ada sebuah satu bahasan yang menarik disini. Tentang sebuah “komitmen”. Mendengar kata ini seolah semua orang takut, takut dengan ke-tidak sempurna didalamnya. Kenapa harus takut dengan komitment? Karena saya tidak mempunyai waktu yang lebih untuk berbagi. Bahasan ini terlontar saat membahas tentang komitmen pada BCBS. Salah satu dari sahabat kita mengungkapkan, disni jangan mengartikan sempit kata “komitmen” , banyak hal dalam BCBS, mulai dari pengkonsep, pelaksana, pengatur dsb. Masih banyak yang bisa kita lakukan, bukan hanya datang saat kegiatan berlangsung. Karena kita mempunyai cara dan waktu yang berbeda untuk berbagi. Jangan pernah takut dengan sebuah komitmen, manusia bukan atas  kesempurnaan, tetapi atas dasar berani “menjadi lebih baik”. ^^


Bikin Pin?
Disela-sela sebelum gelas kosong, sebagian dari anak-anak sudah pada datang, sampai kita binggung, bagaimana caranya, biar anak-anak pulang dulu, baru setelah dzuhur datang kembali. Bermain meja, bermain-main, ada yang gelayotan sana sini. Nah semakin binggung akhirnya, kami bilang, nanti habis dzhuhur kesini lagi ya. Habis sholat dzuhur. Nah apa yang dilakukan anak-anak itu? Anak-anak masuk ke mushola bagian belakang, tepatnya disitu juga tersimpan  karung beras, beberapa bantal, kasur lipet dari komunitas JTT yang nantinya akan disumbangkan ke Sanggar tersebut.
Ngapain anak-anak disitu? Mereka sholat, tepat diatas karung beras. Jam masih menunjukan jam 11.14, masih belum dzuhur. Dari kejauhan kita bilang, “belum adzan ko sudah sholat?” , anak – anak tak menghiraukan, malah salah satu diantaranya melakukan “adzan” ^^, insiatif yang sangat tinggi. Alangkah lucunya mereka .
Habis dzuhur, “ jam 12.30 sudah pada siap, sedangkan kakak-kakaknya masih mau sholat dulu. Nah akhirnya sholat bergantian, dan ada dua orang kakak yang siap menghibur adek-adek sebelum membuat pin. #padaha lnodongkarenabelumsiap :D.
Saat penataan anak-anak berlangsung, anaknya berjumlah kurang lebih 58 anak. Tempatnya tidak terlalu luas, akibatnya meja kami yang berjumlah 24 biji, tidak mencukupi ruangan itu. Bahkan diantara teriknya matahari yang menyengat, keringat bercucuran,, #sedikitlebay tapi memang iya, lumayan panas, tapi,,, semangat mereka luar  biasa.
Alhamdulillah proses pembagian meja dan spidol berjalan lancar.
Next bagi-bagi kertas bahan untuk mengambar. Alahmdulillah lancar, da nada beberapa yang mengulang mengambar karena gambarnya salah, kita hanya menyediakan satu kertas untuk satu orang.
Setelah anak-anak selesai mengambar, gambar dikumpulkan ke kakak-kakak yang ada disekitar mereka. Dan saatnya mengantri untuk dicetak kedalam mesin, nah,, bukan mesin si,,, alat press tepatnya kali ya,,, :D. Karena sangking banyaknya, akhirnya pekerjaan mengepress, dikerjakan dibelakang layar.Beneran di belakang layar lho, dibelakang layarnya nobar








Titian Ilmu ?
Ini adalah sanggar yang kita datangin saat ini, dikelola satu keluarga, seorang ibu, dan 3 orang anaknya, dan sang suami . Ibu nur namanya, anak-anak biasa memanggilnya “mimi” dan sang suami biasa dipanggil “ayah”, begitulah saan akrab mereka. Subhanallah, pertama kali mengenal mereka itu, Sangat-sangat iri, dengan keterbatasan, mereka selalu berbagi. Dan kegiatan B.Nur ini disupport tinggi oleh sang suami (so sweet ^^) yang merasa laki-laki nanti harus kaya gitu ya, ke istrinya.. #pesanyangdalem, eits,, tentu ga semuanya, tetapi semua hal yang positif, terutama berbagi #Noted.  Beliau mempunyai anak didik kurang lebih hampir 200 orang, ada beberapa yang tinggal sebagian besar tinggal bersama orang tuanya. MAh siapa anak-anak itu? Mereka adalah anak- anak yang dahulunya orang tuanya berada dijalanan, pengemis,pengelap mobil. Tetapi B.Nur bisa menarik mereka para orang tua dan anak-anak tersebut tidak berada dijalanan lagi. Alhamdulillah kak, pada buruh cuci sekarang, ada yang jualan., dan anak-anaknya sudah pada sekolah. Kalau bukan kita, siapa lagi ka yang membantu? Pemerintah tidak bisa menanggulangi semuanya, jadi kita harus membantu pemerintah untuk menanggulanginya . Sangat-sangat mulia sekali. Semoga Allah selalu memberi kemudahan dan menciptakan orang-orang yang seperti itu diperbanyak ^^.

Nobar ?
Kali ini nobar yang mengadakan adalah andi dkk, bekerjasama dengan “Beling” (Bioskop Keliling) milik salah satu sesepuh SIGi . Dua orang ini juga semangat berbaginya luar biasa, sudah diakui dalam duania ke-berbagian dan ke-relawanan. Dan kebetulan dijadikan satu dengan acara kami. “eits tidak ada yang kebetulan ya, sudah ada scenario dariNya” .
Nobarnya tentang “Mestakung (Semesta Mendukung) “. Bercerita tentang seorang anak dari pulau garam (Madura), yang ingin mencari ibunya di negeri “singa”, kecintaanya terhadap “sains” dan persahabatan. Tiga hal tersebut yang mendorong semangatnya untuk terus bangkit, karena semesta akan mendukung. Alam akan merespon apa yang kita inginkan. Seperti janji Allah,berbaik prasangkalah padaNya, maka Dia akan berhekendak sesuai prasangka hambaNya. Kurang lebih ceritanya seperti ini.
Disela-sela nobar ini, ada seorang anak yang bertanya “kak SIGi itu apa? “ nah… Sahabat Indonesia Berbagi. Ya ampun,,, sangking semangatnya untuk berbagi sampai lupa memperkenalkan diri. Tak apa yang penting mereka happy ^^.
Dibalik Keceriaan Mereka



Kita ada untuk Mereka




 Penyaluran Donasi
#savingKerabatSIGi


*efeksalahaturmoduskamera

Gambar boleh “blur” tetapi orang-orang ini nyata ada, ada untuk mereka, ada untuk berbagi . Untuk Anak Indonesia . 

Jumat, 23 Agustus 2013

Bayang itu semu

Bayang itu semu
Bayang itu dari hal yang nyata
Bayang bukanlah cita
Karena bayang adalah refleksi dari hal yang nyata
Bisakah kau menyentuh bayang?
Tentu tidak
Karena dia adalah semu
Apakah dia hanya partikel semu?
Tentu tidak
Dia ada dalam nyata
"Bukan hanya sekedar bayang"

kembali tentang secerca cahaya

kembali tentang secerca cahaya

hy...
apa kabarmu? 
masihkah kau dengan secerca cahaya? 
secerca cahaya untuk gelap gulitanya malam
hanya malam ini?
tentu tidak
untuk beberapa malam kedepan
ntah berapa lama kekuatan itu ada
hanya waktu yang bisa menjawab sebuah "keausan" atau bahkan menjadi "keabadian" layaknya cahaya matahari?
yang menjadikan mentari dan senja dalam satuan siang
yang jelas
secerca cahaya memiliki segudang tingkah yang mewarnai gelapnya gulita malam

#19082013

Sebilah Bambu

Lurus dan tak berkelok
terpatok kuat kedalam tanah
ntah seberapa kekuatan bambu ini menahan beban
penompang beban badan 
ini tempatku berjalan
ini tempatku melangkah lirih mencapai dunia luar
aku berjalan disini renta bukan karena usia
melainkan "ujian" (penyakit stroke)
ini alatku untuk berlatih berjalan
inilah alat sederhana buatan suami
bukan kursi roda yang mahal
hanya bilah bambu panjang
#berjalanlah dengan mudah untuk hal yang baik selagi kita masih diberi kesempatan olehNya, kenapa harus berjalan dengan sombong jika nikmat itu bisa dicabut kapanpun Allah mau
#SelfTalk

Senja


Hai senja
Entah bagaimana kau menelisik masuk kedalam qolbu
Pesonamu yang tak mampu terkalahkan oleh hal lain selain kamu
Rona yang berbeda selalu membuatku nyaman
Bahkan terkadang ketika sang mentari melebur dalam siang aku tak sabar menanti keindahan ronamu
Lembut bagi yang merasa
Kokoh bagi yang merasa
Damai bagi yang merasa
Bahkan terkadang aku malu dengan tingkahku saat kau mulai hadir
Atau mulai menyingsing kedalam malam
Ada malam dalam senyap yang mengistirahatkan kita
Mentadaburi nikmat dariNya
Gelap dalam senyap
Hanya gemerlap bintang yang menjadi hiburan



Selasa, 23 Juli 2013

Bokeh

Bokeh

Yups,,,
Ini adalah salah satu teknik dalam sebuah fotografi
Tapi aku tak akan bercerita tentang sebuah teknik dalam fotografi
Karena aku belum terlalu faham dengan hal itu
Tapi tentang
Sebuah kesempurnaan

Apa yang kau lihat dalam cahaya
Buramkah?
Berantakankah?
Indahkah?
Atau bahkan kau melihat sebagai kesempurnaan?
Satu dari sepersekian orang melihat dengan sudut pandang yang berbeda

Tak semua orang menilai dengan yang sama
Pernahkah kita tau tentang sebuah penilaian tentang diri kita?
Simplenya saat kita merasa cantik
Karena saya sebagai seorang wanita
Diluar sana banyak yang menilai lebih dari itu
Bahkan ada yang menilai sangat cantik
Dan kita tidak pernah menyadari hal itu
Yang ada dalam diri kita adalah
“Kekurangan”
Bukan sisi lain dari “kekurangan”
Ini yang membuat diri menjadi “minder”
Minder dengan diri sendiri
Padahal kita punya potensi yang lebih
Mundur sebelum berperang dengan diri sendiri?
Ini yang membuat “impian” tidak menjadi nyata
Allah saja selalu yakin,
Bahwa”umatnya” diberi ujian sesuai dengan takarannya
Kenapa kita sebagai ciptaaNya masih ragu dengan hal itu?
Hei,,,
Hadapkan dirimu pada kaca
Lihatlah aku
Aku bukan orang yang sempurna
Tapi aku bisa menjadi lebih baik
Aku bukan orang yang bisa membahagiakan orang
Tapi aku harus bisa menjaga senyumku untuk semua orang
Masih banyak yang lebih baik dari aku
Ya memang benar
Tapi masih banyak juga “potensi” baik yang belum tergali ada dalam dirimu

Banyak sebuah alasan saat “kekurangan” kita tonjolkan dalam diri
Tapi hanya ada sebuah “Aksi” dalam tindakan
Jadi NOEXCUSE

“bukan kesempurnaan dalam cahaya, tapi satuan cahaya yang membuat keindahan”


#TasyaSaraswati

Aku tak bisa membaca
Tapi aku mengenal angka
Karena hidupku berkutat dengan angka
Nominal uang tepatnya
Receh atau selebaran uang kertas
Cepat sekali aku menghitungnya
Eits,,, tapi jangan salah
Aku juga bisa berhitung
Lihatlah jariku
Aku menggunakannya untuk menghitung angka dalam papan hijauku
Memang aku tak punya teknik untuk menghitung
Jadi aku menggunakan jari untuk menghitung
Jika kurang, jari untuk menghitung angka
Aku pinjam saja jari kakak yang sedang menemaniku belajar
Supaya aku bisa tetap menghitung
Dari semua pertanyaan
Tak satupun jawaban yang salah
Dan aku suka berhitung
Tapi cita citaku menjadi seorang penyanyi
Seperti wali kali ya kak,,?
Karena hanya itu yang aku bisa
Menyanyi dengan suara sumbang dijalanan
Yang bisa menghasilkan receh
Untuk membantu ibuku yang kini cacat
‪#‎TasyaSaraswati‬ ; Rumah Sakit Dompet Duafa




Anya Istimewa

Anya Istimewa
Yups,,, itulah sebutan yang dilontarkan oleh seorang “MC” yang bernama Pinut(red : nama beken) , 
Hai anya
Saat pertama kali aku mengenalmu
Hai, fatma
Hai anya,
Kemudian bertanya lagi
Nama kakak siapa? Lupa,,,
Sambil tersenyum
Dan bertanya kepada sang pendamping, siapa nama teman kamu?
Fatma, ka fatma
O iya,,,
Umurmu memanglah seumuran anak yang lulus SMA
Tetapi engkau lebih istimewa dibandingkan dengan anak SMA jaman sekarang
Yang sukanya hanya tawuran tidak jelas
Prestasimu sungguh luar biasa
Tingkat kepercayaan diri yang ada dalam diri kamu luar biasa
Aku saja yang berumur sekian tahun lebih dari kamu tidak mempunyai kepercayaan diri yang lebih
Apalagi didepan panggung dan di saksikan orang yang banyak
Membunuh rasa malu saja belum bisa
Wah,,, malunya aku
Engkau memang “istimewa”
Mamamu luar biasa
Kesabaran yang luar biasa memiliki kamu yang istimewa
Begitu juga dengan pendampingmu juga luar biasa

Senin, 08 Juli 2013

Satu Rasa Yang Sama

Satu rasa yang sama
Satu tujuan yang sama
Dalam bentuk sebuah komunitas yang bernama SIGi
Sahabat Indonesia berbagi
Satu persatu berkumpul dan bertemu
Menghimpun tujuan yang sama
Satu yaitu berbagi
Satu kesatuan yang utuh dan menguatkan
Ada satu hal yang bisa menghancurkan tujuan bersama itu
Bahkan dalam sekejab
Hitungan detikpun tak mampu mengelakan jika itu terjadi
Egoisme dalam diri
Itulah yang mampu menghancurkan “satu tujuan”
Tak perlu menghiraukan apa kesalahan orang lain
Jika kita masih mempunyai tujuan yang sama
Satu hal yang harus ditanamkan “ kita manusia biasa yang tidak bisa menjadi sempurna dalam penilaian setiap orang”
“kita manusia biasa yang harus bisa terus memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik”
Tekan ego dalam dalam, kalau perlu kubur sekalian
Kembalikan satu tujuan itu yaitu “Berbagi”
Dengan satu wadah yang masih utuh dalam “SIGi”
SIGi yang ada saat ini hanya sebuah nama
Bukan hal yang berarti tanpa pergerakan didalamnya
SIGI yang ada saat ini tidak akan tumbuh menjadi baik jika didalamnya masih tersimpan “ego”
Hai sobat
Apa tujuanmu datang ke SIGi?
Untuk berbagikah?
Atau hanya untuk mengumbar ego?
Jika kita masih sejalan dengan tujuan yang sama
Kenapa kau tak membuang si ego?
Ego ada hanya akan menghancurkan
Bukan menguatkan
Ego ada untuk menguji
Seberapa besar rasa berbagi itu tumbuh dalam diri kita
Seberapa kuat kita memeliharanya untuk hal yang lebih baik?
Selamat tinggal “ego”

Selamat datang “satu tujuan yang utuh” J